Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama
<div id="content"> <p><strong>Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya.</strong> E-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230110561204558" target="_blank" rel="noopener"><strong>2985-430X</strong></a> is a is an open-access, peer-reviewed multidisciplinary journal dedicated to the publication of new research in all aspects of tourism, with primary attention being paid to the exploration, experimentation, and innovation of all areas of the tourism in relation to social and cultural life.</p> <p><strong>Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya </strong>published by Akademi Pariwisata Paramitha Bukittinggi twice a year in <strong>Januari - Juni</strong> and<strong> Juli- Desember.</strong> All scientific articles related to tourism can be published in the Journal, including but not limited to:</p> <ul> <li>Cultural Tourism</li> <li>Event Studies</li> <li>Tourism Education</li> <li>Community Based Tourism</li> <li>Tourism Art</li> <li>Tourism Legal Aspect</li> <li>Tourism Economy</li> <li>Hospitality</li> <li>Culinary</li> </ul> </div>Akademi Pariwisata Paramitha Bukittinggi-Indonesiaen-USPanorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya2985-430XCross Cultural Pragmatic Failure in Anna and the King Film
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/38
<p>This research discussed on<em> Cross Cultural Pragmatic Failure in Anna and the King Film</em>. It is aimed to find out the types and causes of cross cultural pragmatic failure in Anna and the King film. The data are taken from an American film entitled <em>Anna and the King</em> by Andy Tennant. Theory of Cross-Cultural Pragmatic Failure proposed by Thomas is applied in this research. This research is categorized into qualitative research by applying <em>non-participant observational method (Simak Bebas Libat Cakap) </em>and supported by <em>noting technique (Teknik Catat)</em> proposed by Sudaryanto. The result showed that the types and causes of cross cultural pragmatic failure are found in the data source. The types are divided into 2; pragma-linguistic failure and socio-pragmatic failure. Continually, the types occur because there are some causes. Pragma-linguistic failure occurs as the result of pragma-linguistic transfer while socio-pragmatic failure occurs because of taboo, cross-culturally different assessments of relative power or social distance, socio-pragmatic failure and value judgements. Generally, in communication both speaker and hearer who have different background and knowledge will lead cross cultural pragmatic failure. It’s because each cultures are unique which they have their own way in linguistic patterns, politeness, norms, customs, rules of communication and social habit where one culture have and the others not and otherwise. Therefore, both speaker and hearer carry out their own way in communication through the language as the result cultural differences.</p> <p><strong>Key Words: </strong><strong>Cross-cultural pragmatic failure, Anna and the King Film</strong></p>Nelita Permata SariAlbert AlbertAfdaleni AfdaleniNofrika SariHaris Syukri
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-052026-02-0541PENGEMBANGAN FASILITAS OBJEK WISATA PEMANDIAN BATANG TABIK NAGARI SUNGAI KAMUYANG KECAMATAN LUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/40
<p>Objek wisata pemandian Batang Tabik yang terletak di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki potensi yang signifikan sebagai destinasi wisata alam. Namun demikian, fasilitas yang tersedia saat ini masih terbatas dan belum mampu memberikan kenyamanan yang optimal bagi para pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan fasilitas objek wisata pemandian tersebut guna meningkatkan daya tarik serta kenyamanan pengunjung, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) diterapkan untuk merumuskan strategi pengembangan yang efektif. Data yang diperoleh dianalisis secara komprehensif untuk merancang pengembangan fasilitas yang meliputi kawasan pemandian, sarana pendukung, dan aksesibilitas. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat meningkatkan kualitas layanan, memperpanjang durasi kunjungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan objek wisata. Dengan demikian, pengembangan fasilitas ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kunjungan wisata dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota.</p> <p> </p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em> : Objek Wisata, Fasilitas Wisata, Analisis SWOT </em></p>Yulhaslinda Yulhaslinda
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-052026-02-0541Pentingnya Pengetahuan Peralatan Dapur Bagi Staff Kitchen Dalam Menunjang Operasional Pengelolaan Makanan Di Kharisma Hotel
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/39
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan staff kitchen mengenai pengoperasian dan perawatan peralatan dapur serta sejauh mana pengetahuan tersebut berdampak terhadap efisiensi operasional dan mutu pengelolaan makanan di Kharisma Hotel. Penggunaan peralatan dapur yang tidak aman/tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja seperti luka bakar dan cedera akibat alat tajam. Sehingga pemahaman yang dimiliki oleh staff dapur merupakan hal yang penting dalam proses penyajian makanan yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dan wawancara mendalam kepada dua orang staff kitchen yang bekerja di hotel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa staff kitchen memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai fungsi dan cara penggunaan peralatan dapur, termasuk peralatan utama seperti kompor industri, oven, mixer, rice cooker, hingga peralatan pendukung seperti talenan, pisau, dan pemotong sayur. Staff juga memahami pentingnya kebersihan dan perawatan alat untuk mencegah kerusakan serta menjaga kualitas makanan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan pada peralatan modern, kondisi beberapa alat yang mulai menua, dan keterbatasan ruang dapur yang mempengaruhi kelancaran kerja.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Pengetahuan, Peralatan Dapur, Staff Kitchen, Operasional, Hotel</p>Rohimah Nur NasutionHariman Syaleh
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-052026-02-0541Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis Digital Pada Objek Wisata Bukit Khayangan Di Kota Sungai Penuh
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/42
<p>ota Sungai Penuh yang telah dikenal dengan julukan “<strong>Sekepal Tanah Syurga</strong>” memiliki banyak sekali objek wisata, contohnya yang dikenal dengan sebutan Negeri di Atas Awan, yaitu “<strong>Bukit Khayangan”.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengembangan strategi pemasaran berbasis digital pada objek wisata <strong>Bukit Khayangan</strong>, dan kendala yang dialami dalam proses pemasaran. Melalui metode kualitatif dan analisis deskriptif. Ditemukan bahwa pemasaran yang sudah dilakukan untuk mempromosikan objek wisata <strong>Bukit Khayangan</strong> adalah melalui website, sosial media, dan event langsung di lokasi. Serta kendala yang dialami adalah dana yang minim dan keterbatasan sumber daya manusia dalam hal mempromosikan objek wisata <strong>Bukit Khayangan</strong> Kota Sungai Penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran berbasis digital pada objek wisata sudah berjalan namun belum cukup maksimal dari segi kelengkapan platform dan interaksi dengan audiens pada media sosial, peneliti berharap agar pemasaran berbasis digital pada objek wisata <strong>Bukit Khayangan</strong> bisa terus berkembang hingga dikenal sampai penjuru dunia.</p>Yolveri Yolveri
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-052026-02-0541PERAN DINAS PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DI NAGARI PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/41
<p>Penelitian ini membahas mengenai peran Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar dalam mengembangkan destinasi wisata di Nagari Pariangan, sebuah nagari yang dikenal sebagai salah satu desa wisata budaya dan alam di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bentuk peran dan strategi yang dilakukan Dinas Pariwisata dalam mengembangkan potensi wisata serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi, kemudian divalidasi dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.</p> <p>Kajian teoritis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup konsep peran menurut Soerjono Soekanto dan Merton, teori pengembangan destinasi wisata menurut Kotler & Keller (2009) dan Inskeep (1991), serta konsep Community Based Tourism (CBT) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata berperan penting dalam pengembangan infrastruktur wisata, pengelolaan objek wisata, pelatihan sumber daya manusia, fasilitasi perizinan usaha wisata, serta promosi berbasis budaya lokal. Strategi yang diterapkan meliputi pengembangan produk wisata, pemberdayaan masyarakat, promosi melalui media sosial dan festival budaya. Kendala yang dihadapi adalah terbatasnya infrastruktur pendukung, promosi digital yang belum optimal, keterbatasan anggaran, serta tantangan dalam menjaga kelestarian budaya.</p> <p>Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa peran Dinas Pariwisata sangat menentukan dalam pengembangan destinasi wisata di Nagari Pariangan, namun perlu adanya peningkatan dalam aspek promosi digital, penguatan SDM, dan sinergi antar pemangku kepentingan agar pengembangan wisata lebih berkelanjutan dan berdaya saing.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em> : </em><em>Peran,Dinas</em><em> </em><em>Pariwisata,Pengembangan Destinasi Wisata,Nagari Pariangan </em></p>Rika Andriani
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-052026-02-0541Overview of Tourism Marketing Through Information Technology As Planning Management Industry Tourist : Something Study Literature
https://journal.akparparamitha-bkt.ac.id/index.php/panorama/article/view/43
<p><em>This article aims to review and seek to inform about the concept of reviewing</em><em> </em><em>tourism marketing through information technology as a tourism industry management</em><em> </em><em>plans. The research method used is qualitative and literature studies or library research</em><em> </em><em>Based on the results and discussion, it can be concluded theoretically that to understand</em><em> </em><em>tourism</em><em> </em><em>marketing</em><em> </em><em>reviews</em><em> </em><em>through</em><em> </em><em>information</em><em> </em><em>technology</em><em> </em><em>US</em><em> </em><em>a</em><em> </em><em>management</em><em> </em><em>model</em><em> </em><em>planning in the tourism industry requires several important things including: (a) Travel</em><em> </em><em>consumer, (b) Trends in tourism technology, ( c) Digital Marketing (DM) and (d) Virtual</em><em> </em><em>Reality (VR). Technology is a central element and a foundation for actors in the tourism</em><em> </em><em>industry promoting media that is relevant to the development of information technology,</em><em> </em><em>especially</em><em> </em><em>in the</em><em> </em><em>form</em><em> </em><em>of social</em><em> </em><em>media</em><em> </em><em>and</em><em> </em><em>websites</em></p>Joni Edwar DasritaYolveri YolveriLoli Rusman
Copyright (c) 2026 Panorama: Jurnal Pariwisata, Sosial dan Budaya
2026-02-072026-02-0741